SELAMAT DATANG DI BLOG TEATER CITRA

disini anda bisa mendapatkan berita tentang kegiatan teater citra tentunya. dan berita kegiatan teater lainnya yang ada di jawa barat dan Subang khususnya.

Minggu, 27 Februari 2011

FESTIVAL DRAMA BAHASA SUNDA PELAJAR

Teater 13 Senja SMAN 6 Cimahi keluar sebagai juara Festival Drama Basa Sunda (FDBS) Pelajar 2011. Mereka menyisihkan 48 teater sekolah lainnya di Jabar dan Banten serta berhak membawa trofi Teater Sunda Kiwari (TSK) serta penghargaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar.

Acara penutupan FDBS Pelajar ditutup dengan pementasan drama "Harewos Goib" yang dibawakan TSK Bandung pimpinan Dadi P. Danusubrata. Pementasan digelar di Gedung Kesenian (GK) Rumentangsiang, Jln. Baranangsiang Bandung, Rabu (23/2).

Sedangkan peringkat dua direbut Teater Citra SMAN 3 Subang dan juara III Teater Tasbe A SMAN 1 Baleendah, Kab. Bandung. Untuk aransemen musik diraih Teater 3 Senja SMAN 6 Cimahi, artistik Teater Senja, sutradara Teater Citra SMAN 3 Subang, aktor diraih Suhadi Gobler dari Teater Citra SMAN 3 Subang, dan aktris Siska Atika dari Teater Senja SMAN 6 Cimahi.

Menurut Dadi dari TSK Bandung, yang juga penanggung jawab FDBS Pelajar, FDBS mendapat sambutan dari para pelajar maupun mahasiswa dan masyarakat. Bahkan jumlah penonton mencapai 5.379 orang hingga hari keenam.

"Jumlah penonton terus bertambah hingga hari terakhir," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Herdiwan menyatakan, antusiasme terhadap FDBS menandakan keberadaan bahasa Sunda dan seni teater masih digandrungi masyarakat, bahkan sangat ditunggu. Karena itu, pemerintah tetap akan mendukung pergelaran sandiwara Sunda dan FDBS.

"Antusiasme penonton ini sedikit menghilangkan kekhawatiran akan bahasa Sunda di masyarakat," paparnya.

Dikatakan, FDBS Pelajar ini menjadi motivasi bagi para pelajar untuk lebih tekun belajar bahasa Sunda. Karenanya, ia meminta pemerintah kabupaten kota berani mengembangkan bahasa daerah sebagai bahasa wajib di daerahnya.

"Pengembangan bahasa daerah ini bukan hanya kewajiban pemerintah daerah, tapi semua pihak dan masyarakat," tandasnya.

Hal senada diungkapkan pemerhati teater Sunda, Yayat K. Menurutnya, pementasan drama bahasa Sunda dan FDBS merupakan implementasi dari Perda No. 5, 6, dan 7/2003 tentang bahasa, sastra, dan aksara serta seni budaya.

Namun FDBS Pelajar ini harus dievaluasi agar jauh lebih baik. "Dari kegiatan ini, muncul pengayaan bahasa Sunda dari berbagai daerah, seperti Karawang dan Banten," ujarnya.

Dengan demikian, bahasa Sunda semakin kaya, baik dari aksen maupun kosa kata. Ia berharap, FDBS Pelajar bisa dilangsungkan setiap satu atau dua tahun sekali. "FDBS Pelajar ini menumbuhkan rasa cinta dan memiliki bahasa, aksara maupun seni budaya Sunda di kalangan pelajar," katanya.

SUMBER

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar